Film 'Pulo Aceh' Juara Festival Internasional

Tags

Foto : Atjehpost.com
BANDA ACEH - Film “Pulo Aceh; Surga yang Terabaikan” karya RA Karamullah asal Aceh, meraih juara dalam kategori pilihan penonton (audience choice) sepanjang Pekan Film Internasional Dokumenter, tanggal 25 hingga 29 September, di Erasmus Huis, Jakarta. Kegiatan bertajuk SBM Golden Lens II ini dilaksanakan oleh Pusat Budaya Kerajaan Belanda, Erasmus Huis bersama School for Broadcast Media (SBM).

“Penganugerahan penghargaan berlangsung di Kedutaan Besar Belanda, Jakarta Selatan, tadi malam (Sabtu, 29/9),” tulis RA Karamullah, sutradara film tersebut, dalam email kepada Serambi Minggu (30/9).

Ia mengatakan, film “Pulo Aceh” digarap bersama-sama sejumlah teman-temannya yang masih kuliah di perguruan tinggi di Banda Aceh. Film berdurasi 27 menit ini, memotret kondisi masyarakat Desa Meulingge, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, yang masih hidup dalam kemiskinan. Sumberdaya alam yang berlimpah, terbukti belum mampu memperbaiki taraf hidup masyarakat di pulau tersebut.

“Meulingge, ibarat istana bagi jutaan ikan di Samudera Hindia. Elok panorama serta kekayaan bahari, menutup buram kehidupan ratusan jiwa warga desa di pulau paling barat Indonesia ini. Jalan berbatu membelah desa terbentang di antara curam pegunungan, penghubung antarpermukiman hanya lautan. Sekolah dan puskesmas dikelola alakadarnya, sementara listrik menyala seperempat hari. Hidup dengan segala kesulitan, cukup menempatkan Meulingge sebagai surga yang terabaikan,” tulis Karamullah, menggambarkan ringkasan (sinopsis) film tersebut. 

Mahasiswa IAIN Ar-Raniry Banda Aceh ini berharap film karya mereka dapat menggugah pemerintah untuk lebih peduli dengan kehidupan masyarakat pedalaman, khususnya Pulo Aceh yang menyimpan potensi besar. “Semoga warga Pulo Aceh, khususnya Meulingge, akan lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah dan agar menjadi salah satu aset wisata di Aceh, begitu juga daerah terpencil di Aceh lainnya,” kata pemuda kelahiran Gampong Aree, Kabupaten Pidie ini.(nal/*)

Diikuti 100 Peserta

PENELUSURAN Serambi di media online, SBM Golden Lens II ini diikuti lebih 100 peserta pembuat film dokumenter dari seluruh Indonesia. Film “Pulo Aceh; Surga yang Terabaikan” karya RA Karamullah asal Aceh meraih juara dalam kategori pilihan penonton. Sementara untuk kategori pelajar, Fabian Nurrahman Saktinegara dari ITB meraih penghargaan untuk ketegori pelajar dalam film dokumenternya bertajuk Epic Java, yang mengangkat tentang keindahan dan eksotiknya tempat-tempat di Pulau Jawa. 

Sedangkan Andi Hutagalung lewat film dokumenternya yang memotret tentang kehidupan anak-anak di Pulau Samosir, Sumatera Utara, dan juga Sopo Belajar; tempat para anak mewujudkan impian mereka, meraih penghargaan kategori umum dalam ajang ini.

Dalam sambutannya, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Tjeerd Feico de Zwaan mengapresiasi kegiatan ini, dan berterima kasih kepada pihak yang ikut membantu terselenggaranya festival film dokumenter itu untuk kedua kalinya.(aceh.tribunnews.com)
Berikut adalah penggalan film berdurasi 20 menit yang diunggah di situs berbagi video Youtube enam bulan lalu.


Artikel Terkait