Pelopor Kopelma Darussalam


Jika Anda mahasiswa yang kuliah di Banda Aceh, Anda mungkin tidak lazim lagi mendengar Kopelma Darussalam, karena inilah gerbang masuk untuk Universitas Syiah Kuala, IAIN Ar-Raniry , Dayah Tinggi Teugku Syik Pante Kulu dan beberapa SMA , SD dan TK. Tapi apakah Anda Tahu bagaimana sejarah berdirinya Kopelma Darussalam? sedikit ulasan dari saya.
       Kopelma Darussalam dipelopori oleh Gubernur Aceh A.Hasymy (dahulunya juga menjabat Ketua Umum  Majelis Ulama Indonesia Propinsi Daerah Istimewa Aceh) maka pada tanggal 3 September 1959 diresmikanlah berdirinya Kota Pelajar Mahasiswa Darussalam oleh Presiden Sukarno
sebagai perwujudan cita-cita luhur rakyat Aceh yang menginginkan terwujudnya pusat pendidikan tinggi yang mampu melahirkan kader-kader mujahid bangsa, para ilmuan dan ulama sebagai memvariasi keharuman Universitas Jamik Baiturrachman masa silam itu. Dengan berkat kerja sama segenap lapisan masyarakat, mulai dari tokoh-tokoh Pemerintahan, Alim Ulama dan pemuka-pemuka masyarakat Aceh bekerjasama bahu membangun Kopelma Darussalam sehingga dalam masa relatif singkat telah menjelma sebagai sebuah kota ilmu-ilmu keagamaan.
         Universitas Syiah Kuala telah mampu melahirkan ribuan sarjana dalam berbagai jenis keahlian dan bidang pengetahuan dengan delapan Fakultasnya. Demikian juga Institut Agama Islam Negeri Ar-Raniry dengan enam buah Fakultasnya telah dapat melahirkan sekitar seribu orang Sarjana Ahli Agama, mulai dari Sarjana bidang Hukum Islam, Pendidikan, Usuluddin, Dakwah dan Adab sebagai kader-kader kebudayaan dimasa datang. Disamping itu Dayah Tinggi Teungku Syik Pante Kulu juga telah banyak melahirkan calon Ulama yang berkualitas. Pendeknya dalam masa yang sangat singkat sekitar 29 tahun Darussalam dahulunya merupakan daerah yang sunyi sepi, telah berobah menjadi Kota Ilmu Pengetahuan yang dihuni oleh puluhan ribu mahasiswa, karyawan dan sarjana. Telah banyak tokoh-tokoh angkatan Darussalam yang telah memegang peranan penting dalam pemerintahan dan masyarakat yang telah dapat meraih kembali keharuman daerah Serambi Mekkah tercinta ini, serta dapat mendarma-baktikan tenaga dan pikiran para sarjananya untuk mensukseskan pembangunan bangsa Agama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahkan untuk kepentingan ummat manusia seluruhnya.

Sumber : Meukeutop.blogspot.com

Artikel Terkait