Bireuen Ekspor Sabuk Kelapa ke China



EKSPOR perdana sekitar enam ton sabut kelapa ke China, ditandai pada peresmian pengoperasian pabrik sabut kelapa UD Coco Tanjong Sejahtera, di Desa Tanjong Beuridi, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Hasil kerja sama PT Arun LNG dan Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (Aiski), realisasi pabrik sukses didirikan atas pertimbangan ketersediaan bahan baku, tenaga kerja memadai, sekaligus dukungan besar yang diperlihatkan masyarakat tempatan.

Direktur pelaksana proyek, Ir H Muhammad Nurdin Idris, mengatakan tujuan utama pendirian pabrik yang bernilai Rp 450 juta itu guna mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan yang didukung potensi wilayah setempat.

“Bahan baku terjamin, begitu halnya tenaga kerja trampil di sini,” sebutnya.

Hingga saat ini tercatat puluhan tenaga kerja merupakan warga setempat yang sudah dibekali dengan keahlian khusus. Diharapkan terjaring tenaga-tenaga lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk kelanjutan pabrik sabut kelapa tersebut.

Pendapatan diperoleh nantinya, dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat serta untuk mendirikan pabrik lain di Bireuen.

“Kehadiran pabrik atau industry ini mendorong perbaikan ekonomi warga sekitar,” tambah Nurdin.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Arun LNG, Iqbal Hasan Saleh, menambahkan pabrik sabut kepala merupakan sector terabaikan selama ini, di mana banyak sabut kelapa dibuang atau dibakar percuma karena tak paham manfaat gandanya.

“Nah, dengan pengolahan maksimal seperti ini bisa mendatangkan rezeki berlipat bahkan menjadi bahan baku ekspor,” ujar Iqbal seraya menyebutkan pencanangan pabrik tersebut sudah dimulai sejak enam bulan silam.

Ditambahkan, sabut kepala dihasilkan nantinya bisa menjadi bahan baku pembuatan springbed, matras, jok mobil, karpet, dan lain-lain. (acehterkini/kompas)

Artikel Terkait