Jangan lewatkan Festival Film Solo 2013



Festival Film Solo 2013 (FFS 2013) yang akan diselenggarakan di Teater Besar ISI Surakarta & Taman Budaya Jawa Tengah, 1 – 5 Mei 2013. 

Festival yang memang mengkhususkan diri pada film fiksi-pendek ini memiliki dua kategori, yakni Kategori Umum-Nasional atau biasa disebut Ladrang Award, dan juga Kategori Pelajar-Nasional atau Gayaman Award. Festival Film Solo memiliki kosentrasi di bidang film fiksi-pendek, karena film fiksi-pendek dipercaya menjadi salah satu penggerak utama perfilman tanah air.

Ricas Cwu, Bayu Bergas dan Joko Narimo adalah tiga nama yang menginisiasi berdirinya FFS pada tahun 2011. FFS juga ditujukan sebagai wadah ruang temu yang akrab, sederhana, ramah dan terbuka luas bagi para penonton dan pelaku perfilman nasional.

Pendaftaran FFS 2013 telah dilakukan sejak 5 Januari - 5 Maret 2013. Pengharhaan Ladrang Award dan Gayaman Award sangat istimewa, karena penghargaan tersebut diwujudkan ke dalam benruk Keris Pusaka Ladrang dan Keris Pusaka Gayaman, yang ditempa secara khusus oleh Empu Yohanes Yantono, pria asli Solo yang telah menempa keris sejak 1986.

Pada FFS 2013, film-film yang berkompetisi akan melalui tahap seleksi oleh para kurator yang terdiri atas Adrian Jonathan Pasaribu, Fanny Chotimah, Ronny P. Tjandra dan Ayu Mitha Radila, sebelum masuk pada penjurian final di masing-masing kategori.

Sementara itu, Dewan Juri Ladrang Award 2013 terdiri dari Seno Gumira Ajidarma, Hikmat Darmawan dan Ifa Isfansyah. Seno Gumira Ajidarma kita kenal sebagai salah satu tokoh dalam dunia perfilman dan sastra, yang tulisannya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Pada Dewan Juri Gayaman 2013, Benny Benke, Senoaji Julius dan Astu Prasidya akan menyeleksi pemenang. Benny Benke adalah seorang jurnalis film dan menulis beberapa judul buku. Senoaji Julius salah satu pendiri Fourcolours Films Yogyakarta yang mengenyam pendidikan Drama School, Box Hill Institute Victoria, Australia pada 1997-1998. Sedangkan Astu Prasidya dikenal sebagai seorang animator tanah air yang telah menghasilkan film-film pendek berkualitas.

(tourismnews)

Artikel Terkait