Wah, ada objek wisata baru di Simeulue


PULAU Simeulue memiliki sebuah pulau wisata yakni Pulau Taman Raja Rayo. Pulau ini memiliki panjang sekitar 250x100 meter dan siap menampung kunjungan wisatawan.
Taman Raja Rayo merupakan salah satu pulau yang terpisah dari pantai, pulau ini berada di kawasan teluk Pantai Busung di Kecamatan Teupah Tengah, Simeulue.
Objek wisata ini dilengkapi dengan tujuh unit bungalow dengan fasilitas kamar suiteroom, musalla, kolam renang dan kolam pancing. Bungalow ini dikelola oleh Kapolres Simeulue Parluatan Siregar.
Pulau Taman Raja Rayo, dibuka resmi Januari 2013. Hingga Maret, masih memberlakukan tarif promo Rp 250.000, plus makanan untuk sarapan, berupa teh manis, kopi, roti keju dan nasi goreng.
Pengelola taman wisata tersebut, pulau ini dianggap potensial untuk dikelol, menurutnya ini merupakan salah satu pulau yang timbul pascagempa dan tsunami 2004 silam. Lokasi pulau ini dinilai sangat strategis, hanya 11 kilometer dari Kota Sinabang, letak juga tidak jauh dari Bandara Lasikin dan pelabuhan.
"Saya kelola lokasi wisata pulau ini untuk menjawab program pemerintah, bidang destinasi Pariwisata dan Visit Wisata Pemerintah Aceh," kata Parluatan.
Pembangunan pengelolaan pulau yang tadinya terlantar itu merupakan program beresiko dan membutuhkan biaya yang banyak.
"Kita gerakan dari awal dengan rencana yang matang, karena dihadapkan resiko yang besar, bayangkan saja mengubah satu pulau menjadi indah. Kalau soal berapa modal yang terserap, biarlah menjadi rahasia saya, yang terpenting Simeulue memiliki objek wisata pulau dan siap menampung para wisatawan," katanya.
Ketua Kelompok Wisata Pantai Busung, Sumadi, menilai terobosan untuk mengelola pulau itu harus didukung.
"Ini patut kita dukung, dengan terobosan dan pengolahan yang dilakukan oleh saudara Parluatan, bersedia mengelola pulau itu menjadi lokasi wisata pulau,” ujarnya kepada ATJEHPOSTcom.
Lebih lanjut kata Sumadi, Pulau tersebut awalnya tidak ada yang peduli dan hanya dipenuhi tumbuhan liar, gersang dan batu cadas.
“Kini telah mengalami perubahan drastis, dipenuhi tumbuhan dan jembatan penghubung dari pantai Busung ke pulau itu,” ujarnya.[] (ihn) | ATJEHPOSTcom

Artikel Terkait