Tampilkan postingan dengan label Aceh Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aceh Barat. Tampilkan semua postingan

11 Februari 1899, gugurnya Teuku Umar di Meulaboh


HARI ini, seratus empat belas tahun yang lalu, salah satu pahlawan megah Aceh, gugur saat bertempur melawan penjajah guna merebut Aceh yang kaya potensi alam.
Siapa Beliau?
Ya, beliau adalah Teuku Umar. Pahlawan Aceh yang lahir di Meulaboh ini, merupakan sosok yang gagah berani, dan penuh taktik dalam urusan berperang.
Menjalani hidup sebagai pejuang, membuat Teuku Umar semakin gencar membela rakyat Aceh dari penjajahan kolonial Belanda. Menyerah kepada Belanda ditahun 1883, namun bukan karena takut dan kalah. Teuku Umar hanya menjalankan strategi untuk mendapatkan senjata dari tangan koloni.
Perang demi perang beliau lewati. Suami dari Cut Nyak Dhien, Pahlawan Wanita yang juga megah ini tak kenal lelah dalam berjuang. Pada tahun 1896, dengan ditemani sang istri yang setia, Teuku Umar memegang seluruh komando Aceh. Mengajak para Ulee Balang bertempur melawan orang asing yang sedang menginjak Bangsa pada waktu itu.
Tiba suatu hari, tanggal 11 Februari 1899, Teuku Umar bersama pasukannya hendak merebut kembali kota Meulaboh. Namun sayangnya, Kuasa Allah berbicara lain, kedatangan Beliau bersama pasukannya telah diketahui oleh Belanda yang saat itu dipimpin oleh Jenderal  Van Heutsz. Van Heutsz takut, dan memerintahkan seluruh anak buahnya untuk memperketat penjagaan pinggiran Meulaboh. Perang pun terjadi. Naas bagi beliau, peluru Kolonial Belanda masuk menembus dada beliau. Teuku Umar wafat dalam pertempuran tersebut.
Sang istri Cut Nyak Dhien sangat sedih dengan wafatnya Teukum Umar. Namun, kesedihan itu tak membuatnya urung untuk berjuang. Mengambil alih perjuangan, Cut Nyak Dhien membusungkan dada dengan gagah berani menyerukan perang melawan Belanda.
Kini, Teuku Umar yang gagah berani pun hanya tinggalah nama. Selain mendapat gelar sebagai Pahlawan Nasional, nama Teuku Umar juga dipakai sebagai beberapa nama jalan dan nama Institusi Pendidikan di Meulaboh, Universitas Teuku Umar (UTU).
Semoga apa yang pernah dilakukan oleh Teuku Umar menjadikan referensi bagi kita untuk terus membakar semangat menjaga kehormatan Bangsa, menjaga tahta Aceh yang megah seantero dunia.[] | sumber : wikipedia

Menikmati Indahnya Pantai Batee Puteh Meulaboh


Keindahan bumi Indonesia ini banyak sekali mempunyai pantai yang indah, yang bisa membuat wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara tertarik untuk kembali mengunjungi ketika berkunjung pertama kali. Hal itu karena indahnya pantai-pantai yang ada di Indonesia bisa dinikmati oleh wisatawan tersebut.
Biasanya para wisatawan lokal atau mancanegara akan balik lagi mengunjungi pantai pantai tersebut, karena pantainya masih alami, bibir pantainya luas, pasir putih yang membentang sepanjang bibir pantai, ombak yang sanggat indah bahkan ada yang cocok untuk berselancar, ditambah lagi dengan suasana keramah tamahan penduduk sekitar tempat wisata tentu menjadi nilai.
Di kawasan Indonesia bagian Sumatera tepatnya di Kabupaten Aceh Barat, Propinsi Aceh terdapat sebuah pantai yang indah yang merupakan surga dunia para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menikmati suasana pantai yang indah. Nama pantai tersebut adalah Pantai Batee Puteeh (Pantai Batu Putih, -red) yang terletak kira-kira 3km dari pusat kota Meulaboh.
Pada musim liburan pantai ini banyak dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun dari luar walaupun hanya sebatas untuk berenang. Menikmati susanan pantai ditambah dengan pemandangan yang masih asri, pantai ini cocok sekali untuk para keluarga yang ingin melakukan rekreasi bersama keluarga.
Suara ombak yang bergemuruh yang membuat pikiran kita yang sedang ada pikiran akan terasa tenag bila kita mendengar suara ombak tersebut seakan-akan masalah yang kita punya akan hilang setelah ada suara ombak yang berjalan, kemudian dengan suara burung pantai yang berkicau dan berterbangan membuat susana lebih menyenangkan.
Pantai dengan pasir yang sangat putih ini adalah salah satu daya tarik wisatawan yang yang berkunjng datang ke pantai tersebut.
Untuk berwisata kesini harus dibarengi oleh kebersihan pantai tanpa adanya sampah yang berada di air laut atau pun yang berda di sekitar pasir pantai yang putih, tak aka ada penyesalan bila pergi kesana karena di pantai tersebut adalah salah satu wisata Surga Dunia di bumi Teuku Umar. (seputaraceh.com)

Berwisata ke Geunang-Geudong dan Masjid Agung Meulaboh


Meulaboh — Arsitektur bangunan Masjid Agung Meulaboh sangat indah dengan kubahnya yang berwarna dominan terang menjadikan masjid ini sangat indah dipandang mata.
Masjid Agung ini merupakan masjid kebanggaan dari Kabupaten Aceh Barat, tepatnya berada di Jl. Imam Bonjol, Kota Meulaboh.
Karena letaknya dipusat kota Meulaboh, dengan mudah dapat dijangkau dengan kendaraan umum ataupun kendaraan roda dua.
Banyak wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung ke mesjid indah ini datang untuk beribadah maupun hanya untuk menikmati keindahan arsitektur mesjid ini.
Objek wisata lain yang ada di Aceh Barat adalah Geunang-Geudong. Tempat ini merupakan salah satu tempat wisata alam yang berada di Gampong Putim Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat.
Bentuk dari Geunang-Geudong ini adalah danau yang dikelilingi oleh pepohonan. Jarak tempuh ke lokasi Geunang-Geudong ini ± 20 Km dari arah kota Meulaboh menuju Banda Aceh dengan akses jalan Geumpang, Pidie.
Luas genangan air ini meliputi 3 desa atau ± 7 ha.
Rimbunnya pepohonan akan membuat siapa saja yang datang merasa segar santai dengan tiupan lembut angin Geunang-Geudong.
Bila anda ingin santai di tempat yang asri, datanglah ke Geunang-Geudong, atau bila anda hobi mancing, Geunang-Geudong adalah tempat mancing sambil santai bareng keluarga tercinta dengan menikmati softdrink dan lantunan musik Jazz atau R&B.
Di sekitar lokasi Geunang-Geudong telah berdiri beberapa buah café yang dikelola oleh masyarakat Gampong Putim. Di sekitar lokasi ini juga terdapat arena balap MotorCross GrassTrack. [Sumber]

Wisata Tsunami Meulaboh: Dari Ujoeng Kareung ke Suak Raya


Menjejak langkah di Bumoe Teuku Umar—gelar untuk Meulaboh—akan terasa jejak musibah besar 2004, tsunami. Kota kecil yang dikelilingi laut itu jauh sebelumnya dikenal sebagai tempat seorang pahlawan nasional, Teuku Umar menjemput kematiannya. Belakangan, setelah kejadian musibah delapan tahun lalu, Meulaboh diidentikkan sebagai kawasan terparah terkena imbas tsunami. Nah, sebagai destinasi wisata, apa yang bisa dilihat di tempat ini?

Dari Ujoeng Kareueng, Anda akan mendapati kawasan ini seperti kapal yang berdiri tenang di tengah laut. Dikelilingi pepohonan kelapa yang berdiri berderet-deret sepanjang jalanan pantai, membuat kawasan itu seperti dipagari keindahan. Batu-batu karang yang ada di sana, lengkap dengan pembatas laut, kian lengkaplah pemandangan alam yang disuguhkan pantai itu.

Dari 1998, saya sudah menetap di kota ini sendiri saja. Ketika itu, saya sedang menempuh pendidikan di sana. Sampai pada 2006 memilih untuk mengontrak salah satu rumah persis beberapa meter saja dari bibir Pantai Suak Sigadeng. Dari Suak Sigadeng ke Ujoeng Kareung memakan waktu sekitar dua jam, jika ingin berjalan-jalan sepanjang pantai dengan berjalan kaki.

Ujoeng Kareueng memang tidak memiliki pantai berpasir seperti halnya Sigadeng. Namun, di sini terdapat tempat untuk menenangkan pikiran, bersama pelabuhan kecil yang bisa dijadikan tempat untuk bongkar muat barang dari berbagai wilayah nusantara. Juga, terdapat banyak orang yang memanfaatkan ketenangan tempat itu dengan melempar kail. Jelang akhir pekan, dari pagi sampai jauh malam hari, biasanya banyak terdapat penduduk yang menghabiskan waktu dengan mengail di tempat ini.

Sebagian remaja yang sedang dibuai asmara, tak jarang, mereka menjadikan kawasan ini sebagai sasaran untuk mereka melukis cerita cintanya seperti drama-drama percintaan di televisi. Sayangnya, tentu di sana mereka tidak leluasa untuk berdua, karena qanun-qanun (aturan daerah) yang memang kental dengan keislaman, memagari keleluasaan itu.

Tidak kalah, juga dengan siswa-siswa dari berbagai sekolah yang ada di kabupaten Aceh Barat—yang merupakan kabupaten Meulaboh—menjadikan tempat itu sebagai destinasi wisata mereka selepas ujian. Mereka bisa leluasa bermain-main di sana. Bukan hanya Ujoeng Kareung, tapi juga Pantai Barat, Suak Ribee, dan Suak Raya. Pasir di pantai itu demikian memukau. Tak ayal, pengunjung dari berbagai kawasan, juga dari luar daerah sering mendatangi pantai itu untuk berpiknik.

Di sepanjang pantai, dari Ujoeng Kareung sampai Suak Raya, bahkan Suak Timah, banyak tersedia tempat untuk berteduh yang terdiri dari jamboe-jamboe. Di jamboe-jamboe itu, tersedia berbagai minuman dan juga makanan khas Meulaboh. Air kelapa muda menjadi sasaran banyak pengunjung setiap mereka berkunjung ke tempat tersebut.

Biasanya, kelapa muda itu memang dipetik oleh penjual di kawasan itu langsung di lokasi. Karena, lagi-lagi karena di sana berjajar pohon kelapa dengan jumlah yang tidak terhitung. Sebagian dari pohon kelapa itu memang dimiliki oleh penduduk setempat. Meski ada juga di antaranya yang memang sudah tidak memiliki empunya, karena banyak juga dari pemilik yang sudah meninggal dunia ketika tsunami 2004 menyambangitanoeh Johan Pahlawan itu.

Tidak hanya itu, Kopi Tubruk, juga menjadi minuman yang paling digemari oleh pengunjung yang menyambangi tempat ini. Sambil menikmati udara jelang sore, sambil menanti saat matahari yang perlahan tenggelam. Percikan cahaya merah di langit yang seperti berbatasan dengan laut itu akan kian meresap di sanubari, seiring kopi tubruk terhirup pelan-pelan. Apalagi ditambah dengan Mie Aceh yang memang sangat khas di tempat itu, acara bersantai sambil menikmati pemandangan pantai akan semakin kuat terasakan.

Jika ingin mandi di sana, Ujoeng Kareueng bukanlah tempat yang direkomendasikan. Walaupun di sini, ombaknya terbilang tidak terlalu ganas. Persoalannya, karang-karang di bawah laut yang tajam, bisa membahayakan Anda. Sedangkan di sisi pantai yang segaris dengannya, seperti Suak Raya, dan Pante Barat, sering menjadi tempat yang sangat diminati untuk Anda yang hobi berenang. Hanya saja, harus benar-benar mampu membaca kondisi cuaca. Sebab, dalam beberapa kondisi, gelombang besar sering kali menjadi penyebab timbulnya korban di sini.

Tidak bisa ditutupi, beberapa kali terdapat beberapa wisatawan dari luar negeri yang mencoba bermain bersama ombak di sini. Sayangnya mereka harus menjemput ajal di sini. Kelelahan fisik, membuat mereka tidak kuasa melawan keganasan ombak di sini. Tidak kurang, beberapa personil militer yang pernah ditugaskan ke Meulaboh tidak sedikit yang meninggal di kawasan pantai ini. Dalam lima tahun terakhir, terdapat angka kematian sekitar tujuh kasus kematian. Lagi-lagi ini kembali pada kemampuan membaca kondisi laut.

Biasanya, penduduk setempat akan dengan senang hati untuk menjelaskan keadaan laut di sana. Kedekatan mereka dengan pantai di sana sedikitnya membantu pemahaman mereka terhadap laut itu dengan cukup baik. Untuk itu, jika tertarik ingin berenang, usahakan untuk menanyakan dulu pada penduduk setempat, bagaimana kondisi laut. Tentunya, agar bisa menghindari kemungkinan buruk semisal kematian.

Menelusuri sepanjang garis pantai dengan panjang sekitar 10 kilometer di sana, yang paling menarik adalah bekas-bekas tsunami yang masih tersisa. Terdapat bekas jembatan yang lumayan besar yang sebelum musibah 2004 menjadi sarana penduduk sekitar untuk bepergian ke luar kabupaten. Selain, juga bekas-bekas rumah-rumah penduduk yang hanya menyisakan pondasi saja.

Melihat pemandangan itu, sedikitnya Anda akan terbawa pada ekstase, seperti apa penduduk setempat berjuang di tengah air laut yang menggenangi kampung mereka. Betapa, hanya sebagian kecil saja dari penduduk di desa-desa di sana yang berhasil menyelamatkan diri.
Saya sendiri, biasanya memanfaatkan waktu sore untuk berjalan-jalan di sekitar kawasan ini. Tentunya, saya bukan untuk berenang. Alasannya, kemampuan saya berenang hanya untuk sungai-sungai saja, sedang untuk laut dengan sejarah saya sebut di atas, saya tidak punya nyali yang cukup besar. Justru, sepanjang pantai itu, saya hanya menikmati bertemunya telapak kaki dengan pasir-pasir halus yang menghampar.

Sunset atau momen ketika matahari jelang tenggelam acap menjadi saat yang paling diminati. Karena alasan, dari sepanjang bibir pantai ini, semua itu kian terlihat jauh lebih tegas. Perpaduan warna langit senja hari, dengan warna laut terasa seperti sebuah lukisan yang teramat sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata. Di garis pantai itu, tidak hanya jejak tsunami saja yang tersisa. Namun di sana juga terdapat sejarah, salah satu pahlawan nasional, Teuku Umar ditembak mati di Batee Puteh.

Jadi, berkunjung ke lokasi ini, merupakan kunjungan menapaktilasi musibah besar yang mendunia, tsunami 2004. Di samping juga menapak-tilasi mmomen yang menyejarah tentang pahlawan yang sering mengibuli Belanda itu. Sensasi apa yang bisa Anda rasakan di sini, hanya bisa terjawab jika Anda sendiri yang menyediakan waktu untuk berlibur ke sana.

Untuk Anda menginap, Hotel Meuligo, Hotel Tiara, dan beberapa hotel lain tersedia di tengah kota yang tidak terlalu jauh dari pantai ini. Biasanya, tarif hotel tersebut berkisar IDR 300.000 sampai dengan 1,5 juta. [Sumber]


5 Tempat Wisata Terindah Di Aceh Barat ( Meulaboh )

Ini dia 5 tempat wisata terindah di Aceh barat (meulaboh )versi blogger anak aceh.

1. Pantai Lhok Bubon
5 Tempat Wisata Terindah Di Aceh
Objek Wisata Pantai Lhok Bubon berada di Kabupaten Aceh Barat yang berlokasi di desa Bubon,Provinsi Aceh. Jarak tempuh ke Pantai Lhok Bubon sekitar 8 km dari kota Meulaboh. Pantai Lhok Bubon ini terkenal sebagai daerah penghasil makanan laut, dan selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitarnya yang datang untuk menikmati segarnya makanan laut sekaligus menikmati alam pantainya. Selain merupakan tempat tujuan pariwisata, tempat ini menjadi lahan penambahan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya,


2. Pantai Suak Ribee
5 Tempat Wisata Terindah Di Aceh

Pantai Suak Ribee merupakan salah satu tempat rekreasi yang terdapat dipesisir kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat .Pantai Suak Ribee banyak di kunjungi oleh berbagai unsur masyarakat baik orang dewasa, remaja maupun anak-anak. Pantai suak ribee biasanya ramai pada sore hari maupun pada hari –hari libur. Sebelum bencana tsunami Pantai suak ribee adalah tempat rekreasi yang sangat indah dan menarik.Disepanjang jalan di pinggiran pantai berbaris pohon kelapa dan pohon cemara.disana juga banyak terdapat tempat-tempat untuk peristerahatan seperti café-café yang berjejer di sepanjang jalan. Pemandangan di sore hari sangatlah indah selain menikmati semilir angin yang sepoi-sepoi kita juga dapat melihat pemandangan matahari tenggelam pada matahari senja.

3. Mesjid Agung Kota melaboh
5 Tempat Wisata Terindah Di Aceh

Masjid Agung Meulaboh Arsitektur bangunan Masjid Agung Meulaboh sangat indah dengan kubahnya yang berwarna dominan terang menjadikan masjid ini sangat indah dipandang mata.
Masjid Agung ini merupakan masjid kebanggaan dari Kabupaten Aceh Barat, tepatnya Jl.Imam Bonjol, Kota Meulaboh.
Karena letaknya dipusat kota Meulaboh, dengan mudah dapat dijangkau dengan kendaraan umum ataupun kendaraan roda dua.
Banyak wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung ke mesjid indah ini datang untuk beribadah maupun hanya untuk menikmati keindahan arsitektur mesjid ini.

4. Pantai Cemara
5 Tempat Wisata Terindah Di Aceh

Pantai Cemara Indah Selain pasir pantainya putih yang indah, disini juga tersedia Taman Rekreasi, yang merupakan salah satu objek wisata rekreasi keluarga. Pantai Cemara Indah ramai di kunjungi tidak hanya dari masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya saja, tetapi juga dari luar daerah, terutama di hari-hari libur dan akhir pekan. Lokasi wisata ini sedang dalam tahap pembangunan yang nantinya akan menjadi objek wisata yang terus berkembang. Fasilitas yang tersedia saat ini adalah warung makan, balai tempat berteduh, bangku taman, tempat permainan anak, lapangan olah raga dan musholla. Di samping itu pelayanan sarana air bersih, listrik,dan telepon juga tersedia di lokasi wisata ini.

5. Pantai batee Puteh
5 Tempat Wisata Terindah Di Aceh

Objek Wisata Pantai Batee Puteh yang indah ini terletak di kabupaten Aceh Barat. Lokasi Pantai Batee Puteh kira-kira 3 km dari kota Meulaboh. Pantai Batee Puteh ini sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat pada saat liburan untuk berenang atau hanya sekedar menikmati keindahan pemandangannya. Merupakan tempat liburan yang cocok bagi keluarga, selain itu pantainya yang putih dan bersih menambah daya tarik kawasan wisata ini. [Sumber]