Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Saat ke Sabang Aceh, Coba Nikmati Pagi Eksotis di Gua Sarang

Jika Anda berencana atau sedang berlibur di Kota Sabang, Provinsi Aceh dan ingin menikmati pagi, ada baiknya untuk menyempatkan diri ke Gua Sarang. Gua ini terletak di kaki tebing dan perbukitan hutan lindung Pulau Weh yang menjorok ke laut biru.

Walau tak seperti Gua Dau Go di Teluk Ha Long, Vietnam, yang dapat ditelusuri para wisatawan, tujuh gua yang menjadi tempat bersarangnya burung walet dan kalong di Pulau Weh itu tetap dapat menjadi pelengkap destinasi wisata Anda.

Betapa tidak, Anda disuguhi pesona guratan dinding-dinding gua batu yang berdiri kokoh di kaki tebing dan perbukitan hutan lebat serta jernihnya air laut pulau paling ujung barat Nusantara yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia itu.

Bagi wisatawan domestik dan mancanegara yang ingin ke Gua Sarang ini, mereka disarankan untuk menyewa sepeda motor dari warga setempat setibanya di Pelabuhan Balohan karena kota ini tidak memiliki sistem transportasi umum, seperti angkutan kota dan taksi.

baik warga setempat maupun turis domestik dan mancanegara umumnya menggantungkan mobilitas mereka selama berada di Sabang pada kendaraan pribadi, mobil dan sepeda motor sewaan, bus pariwisata, atau jasa pengemudi becak bermotor.

Dari kelima jenis moda transportasi tersebut, penyewaan sepeda motor merupakan pilihan terbaik jika Anda melakukan kunjungan ke kota yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh itu seorang diri atau maksimal berdua.

Dengan uang sewa berkisar Rp 80.000 sampai Rp 100.000 per 24 jam pemakaian, Anda sudah dapat menelusuri berbagai destinasi wisata yang dimiliki kota dengan luas kawasan mencapai 153 kilometer persegi ini, termasuk Gua Sarang, tanpa kesulitan yang berarti.

Untuk mencapai pos pembelian karcis masuk pengunjung Gua Sarang, dibutuhkan waktu sekitar satu jam dari Pelabuhan Balohan dengan sepeda motor ke arah Gampong (Kampung) Iboih, Kecamatan Sukakarya.

Setibanya di sebuah pertigaan sekitar tiga kilometer sebelum simpang dua gapura Desa Wisata Iboih, ada papan petunjuk arah ke Gua Sarang di sisi kanan ujung jalan yang memandu wisatawan untuk berbelok ke kiri.

Di sepanjang perjalanan belasan kilometer dari Kota Sabang atau Pelabuhan Penyeberangan Balohan menuju Gua Sarang itu, Anda disuguhi pemandangan alam pegunungan, hamparan laut biru, aktivitas ekonomi warga, dan perkampungan penduduk.

Udara segar pegunungan menemani perjalanan Anda. Namun kewaspadaan tinggi diperlukan selama berkendara melintasi jalan-jalan beraspal yang 99 persen kondisinya mulus karena hanya sedikit yang berlubang dan retak.

Kendati dilengkapi marka jalan, beton pengaman, serta papan petunjuk arah dan papan peringatan yang memadai, kondisi jalan ke arah Gua Sarang maupun Iboih dan tugu Kilometer Nol Indonesia penuh dengan medan mendaki dan menurun.

Tikungan-tikungan tajam, jurang-jurang yang dalam, dan ancaman longsor tebing di salah satu sisi jalan menjadi tantangan para pengendara sehingga pengaturan kecepatan dan kondisi baik rem kendaraan diperlukan.

Setibanya di pertigaan yang dilengkapi papan kecil bertuliskan arah Gua Sarang, perjalanan berbelok ke kanan menelusuri jalan beraspal cukup mulus dengan melintasi simpang jalan masuk area The Pade Resort dan depan kompleks TNI AD Kompi Balek Gunung.

Di sepanjang perjalanan menuju pos retribusi parkir kendaraan bermotor pengunjung Gua Sarang, suasana jalan lengang karena tak banyak orang dan kendaraan yang lalu lalang namun kondisi itu tak membuat kecut hati karena keamanan Sabang kondusif.

Hanya saja, kehati-hatian tetap diperlukan di jalan menuju tempat wisata eksotis ini. Misalnya saja ada seekor biawak liar berukuran cukup besar kerap melintas di jalan beraspal yang di sisi kiri dan kanannya tumbuh pepohonan hutan lindung.

Setibanya di pos pembelian tiket masuk seharga Rp 5.000, setiap pengunjung harus menuruni puluhan anak tangga untuk mencapai titik awal jalur trekking maupun keberangkatan perahu ke Gua Sarang.

Di sisi kanan titik awal jalur pendakian melalui jalan setapak berbatu-batu itu, terdapat sebuah rumah panggung bercat merah dan hijau bertuliskan "Boat ke Gua Sarang" dan "Menyediakan alat snorkeling" milik Ketua Pemuda Iboih Teuku Ubit.

Dari situ, para wisatawan yang berkunjung dapat memilih jalur trekking dengan berjalan kaki untuk mencapai beberapa sisi gua atau menyewa perahu bermotor milik Teuku Ubit untuk menyaksikan pesona tujuh mulut gua dari arah laut.

Jika memilih menyewa perahu bermotor fiberglass milik Teuku Ubit dan dikenai harga Rp 200.000 untuk melihat ke tujuh mulut gua sarang walet dan kalong tersebut.

Uang sewa tersebut bisa dibagi rata di antara para wisatawan karena perahu bermotor itu mampu memuat maksimal 11 orang penumpang, sehingga per orangnya hanya membayar kurang dari Rp 20.000.

Teuku Ubit, nama panggilan kecil pria bernama asli Teuku Syahrizal ini meminta putranya, Teuku Zulfikar, untuk mendampingi pelancong.

Zulfikar harus berenang sekitar 50 meter untuk menarik perahunya yang berada di laut ke tepi pantai berbatu untuk memudahkan penumpangnya naik. Hal itu akibat tidak ada dermaga khusus untuk memudahkan perahu merapat.

Sudah menjadi pemandangan umum di kawasan wisata Iboih dan sekitarnya, termasuk di titik awal kunjungan Gua Sarang ini, perahu-perahu bermotor dibiarkan terombang-ambing di laut dengan cara diikat ke tali tambang akibat kondisi pantai yang berbatu.

Zulfikar yang bertelanjang dada berhasil merapatkan perahu bermotor 25 PK milik ayahnya itu mendekati batu yang bisa dijadikan pijakan untuk naik ke perahu fiberglass berwarna putih tersebut.

Di tengah deru mesin yang menggerakkan perahu membelah permukaan air laut yang tenang dan terpaan angin yang menampar kulit wajah yang tersengat sinar matahari, kunjungan ke tujuh gua itu pun dimulai.

Setelah berjalan sekitar lima menit dari titik awal keberangkatan, perahu mendekat ke tiga deret gua. Di atas tiga mulut gua yang langsung menyentuh laut itu, tumbuh pepohonan dan tanaman liar hutan lindung.

Di dekatnya, ada dua bukit batu berwarna kehitaman dan tebing-tebing batu yang ditumbuhi tanaman-tanaman liar kokoh berdiri. Empasan ombak laut berwarna hijau tosca tak menggoyahkan bukit dan tebing batu tersebut.

Di balik perbukitan berbatu cadas tersebut tampak mulut gua sarang walet dan kalong yang menyatu dengan air laut. Satu demi satu gua sarang walet dan kalong itu dikunjungi.

Satu di antaranya dapat dimasuki perahu, sehingga guratan-guratan batu di dinding gua yang sebagian ditumbuhi lumut itu tampak jelas dan tercium bau khas burung walet. Di dalamnya agak lembab.

Namun, Zulfikar, yang didampingi seorang karibnya, tak mengizinkan penumpangnya turun dari perahu ke dalam ruang mulut gua saat air laut pasang untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan mengingat kuatnya hempasan deburan ombak.

Beberapa kumpulan batu gunung berdiri kokoh di tengah perairan tersebut. Dari kejauhan tampak siluet biru perbukitan Pulau Weh dari atas boat.

Remaja berkulit sawo matang itu pun beberapa kali bermanuver dengan kemudi perahu motornya guna menghindari benturan dengan batu-batu gunung berukuran besar yang tersusun menjulang dan menyembul ke permukaan perairan.

Sebagai bagian dari pelayanan wisata Gua Sarang dengan perahu Teuku Ubit itu, karib Zulfikar membantu tamunya mengabadikan suasana dan objek eksotis tersebut dengan kamera telepon seluler.

Setelah berkeliling kurang dari setengah jam mengitari tujuh mulut gua dan bebatuan gunung yang menyembul dari dasar laut serta mengabadikan momen di spot-spot foto yang menarik dan indah, perahu pun kembali berlabuh ke pantai berbatu.

Kembalinya perahu ke pantai berbatu di depan rumah panggung yang menjadi pusat usaha keluarga Teuku Ubit untuk menurunkan wisatawan itu menandakan berakhirnya kunjungan ke Gua Sarang nan eksotis tersebut. Sumber: liputan6.com

Lihat juga:
Sail Sabang 2017, Sabang Sebagai Pelabuhan Hub Wisata Bahari Internasional
Sejarah Sabang, Aceh
Panduan Wisata Pulau Sabang Aceh, Lengkap
Kunjungan Singkat ke Sabang, Lakukan 10 Hal Ini!

Pantai Pangandaran, Eksotisme Dari Barat Pulau Jawa

lokasi pantai pangandaran
Pantai Pangandaran (Foto) www.andyaning.com
Obyek Wisata Pangandaran adalah objek wisata popular yang berlokasi di kawasan Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Pantai Pangandaran ini merupakan pantai terbaik di Pulau Jawa versi AsiaRooms. Di samping keindahan pantainya, Obyek Wisata Pantai Pangandaran juga memiliki beberapa keunikan lainnya, diantaranya: Sunrise dan sunset dari Pantai Timur dan Pantai Barat dapat terlihat secara jelas pada hari yang sama. Pantai di sini memilki pasir berwarna putih, dengan deburan ombak yang memberikan sensasi menyegarkan, airnya pun jernih, dan jarak antara pasang maupun surut relative cukup lama, hingga tidak terlalu berbahaya bila berenang di sini.

Di pantai ini juga Memiliki tim penyelamat yang sudah professional. Selain itu, terdapat pula taman laut dengan berbagai jenis ikan-ikan laut dan kefantastisan Gua Jepang yang merupakan hasil peninggalan Perang Dunia II. Di pantai Pangandaran sering di gelar event-event pariwisata yang jarang ada di Indonesia, antara lain: Hajat Laut, yaitu upacara yang diselenggarakan para nelayan di kawasan pantai Pangandaran yang merupakan sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih mereka terhadap kemurahan Sang Pencipta, dengan tradisi/cara melarung sesajen ke hamparan laut lepas. Acara semacam ini biasa diselengggarakan tiap-tiap bulan Muharam, yang biasanya berlokasi di Pantai Timur Pangandaran. Selain event/acara hajat laut, ada juga event yang di beri tema Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) dengan berbagai macam kegiatan-kegiatan pendukungnya yang dapat kita nikmati pada tiap bulan Juni atau Juli.

Fasilitas

Terdapat lapangan parkir cukup luas, pelayanan pos terpadu, juga money changer. Selain itu ada pramuwisata, pusat Informasi pariwisata, bumi perkemahan, sepeda, ban renang sewaan, parasailing , jetski, dan waterboom.

Jajanan dan Aksesoris

Di pantai Pangandaran terdapat berbagai macam makanan dan souvenir. Mulai dari makanan khas sunda yang banyak digemari para pengunjung, serta jajanan-jananan tradisional seperti keripik-keripik dan manisan-manisan khas sunda lainnya. Di obyek Wisata ini juga terdapat berbagai macam souvenir yang unik untuk dijadikan oleh-oleh, antara lain: Tas, topi, sandal, baju, kain pantai, kalung-kalung atau gelang-gelang klasik, dan masih banyak lagi. Para penjual di obyek wisata tersebut cenderung ramah-ramah dan supel-supel, hal ini memberikan kenyaman bagi para pelancong yang ingin memburu makanan maupun souvenir. Harga-harganya juga relatif murah. Di jamin, saat berkunjung ke obyek wisata ini tidak akan menyesal. Jangan lupa membawa kamera, sebab panorama di sini begitu menawan dan akan sangat disayangkan bila tidak diabadikan.

Akses dan Transportasi

Terdapat dua jalur untuk menuju ke Obyek wisata ini. Bagi Anda yang menggunakan angkutan umum. Anda bisa menaiki bus Jurusan Bandung – Tasikmalaya - Banjar – Pengandaran. Setelah itu Anda akan sampai tepat di depan pintu masuk Pantai Pangandaran. Bila Anda berangkat dari arah Jakarta, Anda bisa menaiki bus dengan Jurusan Kp. Rambutan – Pangandaran. Bila Anda berada di kota yang jauh, Anda dapat menggunakan pesawat Lion Air untuk menuju Bandung dan kemudian menempuh jalur darat.

Tiket Masuk

Untuk tiket masuknya, tergantung dari jenis trasportasi apa yang Anda gunakan. Untuk pejalan kaki, akan dikenakan biaya Rp. 3.000 saja perorang. Untuk sepeda motor akan dikenakan biaya Rp 7.000,- per motor. Namun bila Anda menggunakan transportasi beroda empat atau lebih, Anda bisa dikenakan biaya tiket antara Rp 28.000, Rp 35.000, Rp 40.700, Rp 80.000, hingga Rp 169.000 untuk bus berukuran besar.

Ya, begitulah gambaran singkat tentang salah satu pantai tereksotis di Indonesia. Ajak serta keluarga serta sahabat Anda, agar lebih bisa menjaga kebersamaan serta dapat mempererat tali silahturahmi dengan keluarga Anda.

Selamat berlibur. Selamat berdarmawisata. Selamat bersenang-senang.

Keuntungan Membeli Tiket di Online Travel Agent Terpercaya

Keuntungan Membeli Tiket di Online Travel Agent Terpercaya
Ilustrasi (c) Acehtourismagency.blogspot.com
Aceh Tourism And Culture - Liburan merupakan sebuah kesempatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh sebagian besar orang karena mengisi waktu luang dengan kegiatan berlibur mampu membuat kondisi tubuh terutama pikiran menjadi fresh kembali. Apalagi bagi anda yang dalam kesehariannya sangat sibuk dengan tugas-tugas kantor. Nah, berlibur adalah terapi yang cukup ampuh untuk menetralkan kembali beban pekerjaan yang selama ini anda pikul. Ada banyak cara orang di dunia menghabiskan liburan, misalnya saja pergi ke Pantai, Pegunungan, Wisata Alam, Wisata Kuliner, Wisata Belanja, bahkan bagi yang berduit ada yang pergi hingga ke luar negeri.

Di Indonesia sendiri ada banyak sekali tempat wisata yang sangat sayang sekali untuk di lewatkan mulai dari pemandangan alam, keajaiban dunia, dan masih banyak lagi. Bahkan Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi destinasi favorit bagi wisata asing untuk menikmati seluruh kekayaan serta keindahan alam yang dimiliki Indonesia. Dengan predikat sebagai negara kepulauan terbesar di dunia ini tentu saja untuk menikmati itu semua kita membutuhkan suatu alat transportasi yang mampu membawa kita sampai pada tujuan dengan cepat, aman dan nyaman. Selain itu, kita juga pasti membutuhkan travel agent yang dapat memberikan kemudahan bagi kita karena pelayanan yang diberikan.

Saat ini ada banyak sekali travel agent yang menawarkan berbagai macam kemudahan dan pelayanan agar kita bisa dengan mudah sampai pada lokasi tujuan wisata. Nah, karena semakin banyaknya perusahaan yang menyediakan layanan perjalanan liburan tentu akan ada banyak sekali perbedaan mulai dari kelebihan serta kekurangan yang dimiliki oleh masing-masing agent. Sehingga terkadang kita bingung untuk menentukan travel apa yang tepat untuk digunakan. Misalnya saja, ketika kita ingin berlibur ke Bali, tentu saja jika kita tidak meyerahkan ke travel agent pasti akan merasa kerepotan alhasil perjalanan anda kurang begitu nikmat. Karena, salah satu tugas dari agent travel ialah memberikan pelayanan yang istimewa agar perjalanan anda menjadi lebih menyenangkan.

Misalnya saja, pada saat itu saya bersama keluarga tengah mengalami kebingungan memilih jasa agent travel perjalanan. Nah, salah satu cara yang kami lakukan ialah mencari serta mengumpulkan berbagai informasi travel agent terbaik lewat browsing internet. Setelah kami menemukan beberapa travel agent yang menurut kami terbaik ternyata ada salah satu agent travel yang membuat kami tertarik yaitu Traveloka.com, agent tiket pesawat online yang katanya saat ini menjadi travel agent tiket pesawat terbesar di Indonesia dan telah mendapat kepercayaan dari para traveller.

Traveloka akan membuat anda senang, mengapa? Selain harga tiketnya lebih murah, anda juga bisa lebih mudah mencari tiket pesawat, seperti tertera pada review Traveloka yang dibahas di beberapa blog yang saya temukan. Berikut adaah beberapa alasan mengapa harus mencari tiket pesawat menggunakan agent travel Traveloka diantaranya:
  1. Transaksi online dijamin aman, Traveloka bukan penipu
  2. Hasil pencarian sangat lengkap
  3. Harga yang tertera sudah termasuk dengan pajak
  4. Bisa dilakukan dengan berbagai pilihan pembayaran
  5. Smart algorithm.
Hadirnya Traveloka membuat kita akan terkesan karena agent tiket pesawat ini sangat terjamin keamanannya. Selain itu, tahapan-tahapan untuk memesan tiketpun amatlah mudah. Hal yang tidak kalah penting ialah pembelian tiket pesawat secara online ini bisa membuat waktu anda menjadi lebih efisien karena tidak usah susah payah untuk mendatangi lokasi travel agent penjual tiket pesawat yang lain. Nah, jadi tunggu apalagi, nikmati segera perjalanan liburan anda bersama Traveloka.

Ngopi di Kedai Kopi Bergaya Rumah Tradisional Aceh

Ngopi di Kedai Kopi Bergaya Rumah Tradisional Aceh
Rumoh Aceh (c) DetikTravel
Ngopi di Kedai Kopi Bergaya Rumah Tradisional Aceh - Bila Anda datang ke Kota Banda Aceh jangan heran bila sering melihat atau menjumpai warung atau kedai kopi. Maka tak salahnya bila Kota Banda Aceh dijeluki kota seribu satu warung kopi. Disini kita tidak susah mencari warung kopi, sejauh mata memandang pasti akan nampak kedai kopi.

Umumnya sekarang ini banyak kedai-kedai kopi yang ada di Aceh khususnya di Kota Banda Aceh berkonsep modern. Seperti tersedianya akses internet gratis atau wifi dan berbagai fasilitas lainnya seperti layaknya kafe. Rumoh Aceh bisa dikatakan warung kopi terbaik di Kota Banda Aceh.

Namun bila Anda ingin merasakan suasana kedai kopi yang bergaya tradisional, Anda bisa datang ke kedai kopi Rumoh Aceh. Bentuk bangunan kedai kopi ini memang sengaja di desain seperti gaya rumah tradisional Aceh.

Di kedai kopi Rumoh Aceh ini banyak menyediakan menu makanan dan minuman khas Aceh, serta tak ketinggalan kopi luwak. Disini Anda bisa menikmati suasana rumah tradisional yang Aceh banget, karena tempatnya disini nyaman dan lengkap.

Di kedai kopi Rumoh Aceh, menu andalannya adalah Kopi Luwak, Robusta organik, jus, dan minuman lainya.

Kulinernya juga beragam, kebanyakan menu makanan khas Aceh. Tempat ini juga cocok untuk bersantai.. Nuansa asli ke Acehan terasa kental di sini. Lokasi sangat mudah di kunjungi yaitu di Warong Rumoh Aceh JL. Rawa Sakti V, Jeuingke, Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Berikut suasana di warung kopi Rumoh Aceh yang di kutip dari DetikTravel.
Pengunjung sedang makan siang
Suasana di Rumoh Aceh Kopi
Meja makan
Selain warung kopi Rumoh Aceh, di Kota Banda Aceh juga ada tempat ngopi yang tak kalah serunya. Warung kopi satu ini adalah yang tertua di Kota Banda Aceh, para artis dan para pejabat bila ke Kota Banda Aceh pasti ngopinya di warung kopi ini, yaitu warung kopi Solong. Baca selengkapnya di artikel ini.

Sisi Lain Keindahan Pulau Bunta Aceh Besar

keindahan pulau bunta aceh besar
Keindahan Pantai di Pulau Bunta (M Iqbal/SeputarAceh.com)
Sisi Lain Keindahan Pulau Bunta di Aceh Besar - BANYAK sekali pilihan berwisata bila Anda pergi ke Aceh, lebih tepatnya di Kabupaten Aceh Besar. Pilihan wisata alam di Aceh Besar sangat beragam, Anda bisa melihat monyet yang bergantungan di pohon di Pemandian Air Mata Ie, menikmati keindahan Pantai Lampuuk atau Anda bisa memancing ikan di Lhok Mata Ie.

Bila Anda bosan berwisata di darat melulu, Anda bisa datang ke Pulau Bunta yang berada di Kecamatan Pekan Bada, Aceh Besar. Bunta begitulah orang menyebutnya, kalau dilihat Google Maps pulau ini mirip seperti unta yang merayap.

Untuk mencapai ke pulau ini memakan waktu sekitar 40 menit dari Desa Lamteungoh Peukan Bada. Transportasinya pun menggunakan boat nelayan penangkap ikan berukuran panjangnya 7 x 1,5 meter. Berangkat naik boat pada sore harinya, kita bisa menikmati sunset berpendaran di Samudera Hindia.

Panorama laut disertai ombak bergelora memecah butiran pasir di sepanjang pantai. Pasir putih bercampur butiran coral berwarna merah, air lautnya sangat jernih, matahari menyinari laut menambah keindahan gradasi warna laut. Sebelah timur akan terlihat Pulau Batee dan ketika malam harinya kita bisa melihat lampu berkelip-kelip dari perumahan Tiongkok, hibah dari Jacky Chan ketika tsunami 2004 silam. Masyarakat yang menetap di desa Pulo Bunta ini tidak lebih dari 10 jiwa untuk sekarang ini, bermata pencaharian sebagai nelayan dan berkebun.

Ekosistem hutan pulau Bunta keadaannya masih sangat alami belum terjamah manusia dan juga unik. Terlihat ada banyak pohon kelapa yang tumbuh di lereng-lereng bukit dari pada pepohonan yang biasa di hutan, banyak hewan ternak seperti lembu. Tapi jarang terlihat adanya tupai, monyet, anjing dan nyamuk. Namun, pasca tsunami ada babi hutan yang muncul, padahal sebelumnya di pulau itu penduduk belum pernah melihat babi.

Sebelah barat ujung pulau ada jalan setapak, menuju lampu mercusuar jaraknya sekitar 2 kilometer. Dari puncak menara lampu suar setinggi 35 meter ini, kita akan menikmati suguhan dari maha karya pencipta semesta alam, gradasi warna laut, samudera Hindia, hamparan rumput, batu karang, Pulau Nasi, Pulau Breueh dan tampak dari jauh dermaga pantai Lhoknga seberang pulau.

Pulau ini sangat sesuai untuk ecotourism (ekowisata), dimana kita berwisata tetap menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat. Seperti yang dilakukan oleh tim Aceh Adventure beberapa waktu lalu. Tertarik menikmati keindahan Pulau Bunta? jangan lewatkan sebagai destinasi untuk mengisi waktu libur Anda di Aceh Besar. (SeputarAceh)


Berikut Foto-foto keindahan Pulau Bunta dari M Iqbal/SeputarAceh.com.

Pulau Bunta Aceh Besar
Transportasi menuju Pulau Bunta
Pulau Bunta Aceh Besar
Mercusuar ujung barat Pulau Bunta

Pulau Bunta Aceh Besar
Menikmati sunset di Pulau Bunta

Ini Hotel Tempat Menginap Di Banda Aceh Dari 70 Ribu Hingga 2,5 Juta Semalam

Hotel di Banda Aceh - Lagi berencana mengunjungi kota Banda Aceh atau lagi mencari hotel murah di Aceh yang pas untuk menginap sesuai dengan kantong Anda? Kami akan merekomendasikan untuk Anda.

Berlibur ke kota Banda Aceh cukup banyak pilihan tempat menarik yang tidak boleh dilewatkan, seperti yang paling terkenal adalah megahnya Masjid Raya Baiturrahman, museum Tsunami, kapal di atas rumah, dan masih banyak lagi. Untuk soal penginapan Anda tidak perlu kuatir, karena di kota Banda Aceh semua jenis penginapan ada, mulai dari koper sampai ranser.

Dilansir dari Detik Travel, berikut tempat menginap di kota Banda Aceh, tarif mulai 70 ribu hingga 2,5 juta Anda sudah bisa menginap di kota serambi makkah ini dengan nyenyak. Berikut hotel di Banda Aceh dari harga murah sampai harga tinggi.

Hotel Di Banda Aceh


1. Hermes Palace Hotel
Hotel Hermes Banda Aceh
Hotel Hermes Banda Aceh (id.wikipedia.org)
Hotel Hermes Banda Aceh. Berbagai hotel berbintang dapat menjadi tempat bermalam di Aceh. Fasilitas di tiap hotelnya akan memanjakan Anda setelah seharian mengitari Serambi Makkah.

Hermes Palace Hotel adalah hotel berbintang empat yang berada di Jl T Panglima Nyak Makam, Banda Aceh. Hotel ini punya fasilitas lengkap, seperti kolam renang, gym, hingga restoran yang buka 24 jam. Harga per malam di sini mulai dari Rp 645 ribu untuk Standar, Rp 775 untuk Grand Deluxe, Rp 995 untuk Junior Suite, Rp 1,3 juta untuk Executive Suite, hingga Rp 2.550.000 untuk President Suite.

Untuk President Suite, Anda akan mendapat kamar yang lebih besar. Serta, ada dua kamar mandi, dapur, dan juga ruang tamu. Hermes Palace Hotel dapat ditempuh selama 20 menit dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.


2. Grand Nanggroe Hotel
Grand Nanggroe Hotel Banda Aceh
Grand Nanggroe Hotel Aceh (grandnanggroehotel.com)
Selain itu, ada juga Grand Nanggroe Hotel. Ini adalah hotel bintang tiga yang terletak di Jl Tengku Imum Lueng Bata, Banda Aceh. Harga menginap per malam di sini mulai dari Rp 638 ribu hingga Rp 1.786.000. Di Grand Nanggroe Hotel ada fasilitas kolam renang, fitness center dan karoke.

Asyiknya, hotel ini juga punya Nanggroe Cafe. Ini adalah kafe yang terletak di lantai 5 dan berada di luar ruangan. Sambil ngopi, Anda bisa lihat pemandangan cantik dari sini. Nanggroe Cafe itu kafe outdoor di lantai 5. Buka dari pukul 12.00 WIB sampai 01.00 WIB tiap harinya, kecuali Jumat bukanya dari pukul 13.00 WIB.
Bagi pecinta wisata kuliner, di sebelah hotel terdapat Rumah Makan Aceh. Rumah Makan Aceh seperti rumah panggung, cocok bagi pecinta wisata kuliner.

3. Hotel Sulthan

Bagi traveler yang bergaya koper, hotel lainnya yang dapat Anda singgahi adalah Hotel Sulthan. Hotel ini letaknya di Jl Sulthan Hotel, Banda Aceh. Sekarang ini, Hotel Sulthan sedang menebar diskon!

Bila sedang diskon harga kamar standar mulai Rp 400 ribu dari yang Rp 550 ribu, Deluxe Rp 450 ribu dari Rp 750, dan Executive Suite Rp 1,5 juta dari Rp 1,6 juta.

Total, ada 150 kamar di Hotel Sulthan. Hotel ini letaknya di tengah kota dan dekat dengan Masjid Raya Baiturrahman atau pusat-pusat perbelanjaan. Hotel Sulthan hanya 20 menit dari Bandara Sultan Iskandar Muda.

4. Hotel Prapat

Hotel Prapat Banda Aceh
Tampak depan Hotel Prapat (www.tripadvisor.co.id)
Bagi Anda yang gemar traveling dengan cara backpacker, Aceh punya banyak hotel-hotel dengan harga terjangkau. Kisarannya mulai dari Rp 100 ribu, Anda sudah bisa tidur dengan nyenyak. Hotel murah meriah yang terkenal di Aceh adalah Hotel Prapat. Hotel ini terletak di Jl Jendral Ahmad Yani, Banda Aceh. Harga per malam di Hotel Prapat mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu saja.

Ada 4 kelas di Hotel Prapat. Pertama Rp 100 ribu dengan fasilitas hanya kipas angin, lalu Rp 175 ribu, Rp 200 ribu, dan Rp 250 ribu yang semuanya menggunakan AC.

Ada 45 kamar di sini. Lokasinya yang di tengah kota, memudahkan Anda untuk melancong ke Sabang atau berkeliling Kota Banda Aceh. Rupanya, hotel ini juga menjadi favorit tempat bermalam traveler asal Jakarta lho!

5. Hotel Palembang

Hotel lainnya yang tak kalah murah adalah Hotel Palembang. Hotel yang berada di Jl Chairil Anwar, Banda Aceh ini mematok harga menginap per malam tak lebih dari Rp 200 ribu.

Harga per malam di Hotel Palembang adalah mulai dari Rp 70 ribu, Rp 100 ribu, Rp 135 ribu, Rp 160 ribu , sampai Rp 200 ribu. Rata-rata di bawah Rp 200 ribu.

Fasilitas di hotel ini adalah ada kipas angin untuk kamar dengan harga Rp 100 ribu dan AC serta TV untuk kamar seharga Rp 200 ribu. Total, ada 23 kamar di sini.

6. Hotel Wisata

Hotel di Banda Aceh lainnya adalah hotel Wisata. Terakhir, hotel dengan harga terjangkau adalah Hotel Wisata. Letaknya berada di Jl Jendral Ahmad Yani, Banda Aceh. Asyiknya, setiap kamar di sini memiliki fasilitas AC.

Di Hotel Wisata hanya ada dua harga di Hotel Wisata, yaitu Rp 175 ribu dan Rp 225 ribu. Semuanya sudah pakai AC, bedanya hanya ada air panas pada kamar yang lebih mahal.

Itulah hotel di Banda Aceh. Jadi yang mana pilihan Anda, mau bergaya ala koper atau ransel saat berkunjung ke Aceh?

Menikmati Sunset Di Pantai Sigli, Aceh

Menikmati Sunset Di Pantai Sigli, Aceh
Menikmati Sunset Di Pantai Sigli, Aceh - Bosan liburan ke tempat itu-itu melulu, yuk ajak keluarga Anda liburan ke pantai di sore hari. Pergilah ke Kabupaten Pidie, letak pantainya tidak terlalu jauh dari pusat ibukota kabupaten Pidie, yaitu di pinggiran kota Sigli. Bahkan bila Anda baru saja mendarat dari Banda Aceh, Anda cukup membutuhkan waktu 2 jam saja dari kota Banda Aceh ke kota Sigli dengan menggunakan kendaraan mobil.
Pada sore hari sebelum magrib, banyak sekali masyarakat berdatangan ke pantai ini. Umumnya dari kota Sigli dan masyarakat luar kota Sigli, seperti dari Aceh Besar dan dari Bireuen. Anda tidak perlu kuatir bila di pantai itu tidak ada tempat buat duduk, karena di situ banyak terdapat pondoh tempat para pedagang menjual berbagai minuman dan makanan bagi para pengunjung.

Seperti di lansir dari Detik Travel, di salah satu pondok/warung tersedia menu bubur yang memiliki citarasa tersendiri yang dinamakan dengan Bubur Hikmah. Selain itu, di lokasi tersebut juga digunakan untuk pemandian atau berolah raga kecil, seperti sepak bola di pasir memancing atau juga menangkap kepiting.

Para pedagang kaki lima juga ikut meramaikan suasana pantai. Di sepanjang jalan menuju lokasi, mereka menawarkan kacang rebus, jagung rebus maupun camilan lainnya.

Namun jika membawa anak-anak untuk mandi di pantai, orangtua harus mendampingi secara ketat atau waspada. Tujuannya agar kenyamanan berekreasi di pantai lebih terjamin.