Waspadai gejala tuberkulosis sejak dini!

Ilustrasi batuk. ©Shutterstock/Studio 37

Tuberkulosis (TBC) adalah masalah kesehatan yang banyak ditemui di negara berkembang, termasuk India dan Indonesia. Untuk orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh sehat, risiko terkena TBC hanya sebesar 10 persen dalam seumur hidup. Namun jika sistem kekebalan tubuh seseorang buruk maka risiko terkena TBC akan lebih besar.

Mengetahui gejala TB sejak dini pada diri sendiri sangat penting. Terkadang virus TBC tak akan menampakkan gejala apapun hingga kondisi sistem kekebalan tubuh melemah. Gejala TBC hanya akan terlihat ketika infeksi telah aktif. Kemudian gejala akan berkembang seiring waktu.
Meski bakteri TBC bisa mengenai banyak organ dalam tubuh, namun biasanya penyakit terjadi pada paru-paru dan daerah reproduksi yang membuat seseorang mandul. Beberapa gejala TBC, seperti di kutip dari Merdeka, (26/03) adalah batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, lendir yang berwarna kuning, hijau, atau berdarah ketika batuk, turunnya berat badan, rasa lelah, demam, keringat dingin di malam hari, kedinginan, rasa sakit pada bagian dada, napas yang semakin pendek, dan hilangnya nafsu makan.
Kurangnya pemeriksaan dan pengetahuan terhadap gejala TBC seringkali menjadi penghalang seseorang untuk mendapatkan perawatan yang semestinya. Akibatnya, hal ini bisa menyebabkan banyak orang meninggal tanpa perawatan yang layak akibat TBC.
Pemeriksaan yang harus dilakukan oleh pasien TBC antara lain adalah melakukan rontgent dada, tes lendir, tes PCR untuk mendeteksi materi genetika dan bakteri yang menyebabkan munculnya TBC.

Other articles:
Health Benefits of Mangosteen Fruit
Healthy Benefits of Melon
Health Benefits Of Kiwi Fruit
Benefits of water guava for Health and Skin
(merdeka)